TUGAS BAHASA INDONESIA 1

Cerpen : 

PERJALANAN

Ini bukan pertama kalinya bagi Rafa untuk berpindah sekolah. sudah berkali-kali ia di transfer ke berbagai tempat di Jepang setiap tahun.

Rafa tidak heran dengan sambutan-sambutan orang yang berbeda-beda terhadapnya. bahkan kebanyakan ia tidak menyadarinya. Biasanya tanpa sadar ia sudah akrab saja dengan orang-orang itu. Kali ini ia ditempatkan ke sebuah sekolah terkenal di Niigata.

 

            Rafa menikmati pemandangan yang tidak padat disana. Ia tidak terlalu mempedulikan apakah orang-orangnya akan ramah atau tidak, karena ia tahu mungkin cepat atau lambat dia akan dipindahkan lagi.

            Rafa merupakan anak tunggal dari keluarga Artaguna, orang tuanya telah tiada saat ia masih berumur 7 tahun, dan keluarga besarnya pun telah berpencar di seluruh penjuru dunia saat ini. Ia sudah beberapa kali ditawari pamannya untuk tinggal di Paris, tapi sepertinya ia tidak tertarik untuk beranjak dari tempat dimana ia berada. Dengan sopan ia selalu membalas “Aku ingin berkeliling dulu di negara ini, sebelum berkeliling negara lain”. Sepupunya yang cantik pun sering sekali mengirimkan foto-fotonya dari Paris dan mengatakan betapa menawannya tempat tersebut. Namun, hal itu tetap tidak berpengaruh pada rafa.

 

            Pemandangan di Shinkansen (kereta cepat) membuatnya mengantuk. Namun ia tetap berusaha untuk menguasai dirinya demi melihat pemandangan dan orang-orang yang berlalu lalang. Langit semakin kelabu, salju pun turun dengan lembut, membuat kota semakin tidak jelas terlihat, semakin kabur dan semakin membuatnya mengantuk dan ia pun tertidur.

 

            Niigata merupakan tempat paling indah yang pernah ia datangi. Disana jauh lebih sejuk dari pada Shibuya ataupun Tokyo. Dan katanya kota ini terlihat begitu indah di musim semi.

 

            Rafa terbangun setelah merasakan Shikansennya berhenti. Akhirnya ia sampai di stasiun Joetsu-city (kota joetsu). Ia pun mengemas barangnya, mengenakan earphone-nya, dan beranjak dari kereta secepatnya.

 

            Joetsu-city masih termasuk dalam prefektur (Negara bagian) Niigata. Ramai dan indah dalam waktu yang bersamaan. Udaranya sedang dingin dan disana rafa dapat melihat perairan darat yang luas.

            Sambil membuka peta kota untuk mencari Nagaoka tempat yang akan ia tinggali, ia dapat merasakan pandangan orang terhadapnya. rafa tidak membalas tatapannya. Bahkan ia tidak mempedulikannya. Banyak orang yang memakai mantel dan syal. Niigata di musim dingin merupakan keadaan yang terburuk karena begitu dingin.

           

            rafa pergi ke salah satu kuil terdekat dalam perjalanannya menuju asrama, ia melihat seorang perempuan dengan rambut hitam kelam sepundak, dan megenakan seragam sekolah musim dingin dan dibalut cardigan merah sedang berlutut dan mengelus kepala seekor anjing kecil putih.  Rafa mencoba mendekati mereka. Perempuan tersebut berdiri, tingginya sedikit lebih rendah dari rafa. Dengan anggun, perempuan itu menoleh sedikit ke arah rafa. Dan menatapnya tanpa ekspresi. rafa pun hanya diam dan membalas tatapannya. Perempuan ini seperti dalam kesulitan atau semacamnya. Setidaknya itu yang ada dipikiran rafa saat menatapnya. Perempuan itu kemudian berjalan melewati rafa begitu saja tanpa mengatakan apa-apa. rafa merasa mungkin ia telah mengganggu perempuan tersebut dengan kehadirannya.

 

            rafa berbalik badan untuk melihat perempuan tersebut yang sudah berjalan mendekati tangga turun dan menjauhinya. Lalu perempuan itu berhenti dan memutar setengah badannya tiba-tiba, sambil tersenyum dengan samar ia berkata,

            “Selamat datang .”. kemudian ia memejamkan matanya dan pergi meninggalkan rafa yang terheran-heran. Setelah menerima sunggingan senyum dari perempuan itu, semua prasangka rafa di awal tadi lenyap begitu saja. Dan berganti menjadi rasa penasaran.

 

            Asrma ini merupakan tempat dimana rafa akan tinggal sementara ini. Yang bertanggung jawab merupakan ketua osis Nagaoka High yang terlihat tegas dan anggun secara bersamaan. Rin Akita tersenyum sambil menyambut tangan rafa.

            “Kau datang lebih awal dari yang seharusnya, apa kau terburu-buru?” Rin duduk dengan manis di salah satu sofa di lounge (ruang tunggu).

            “Kurang lebih mungkin begitu” rafa meletakkan tasnya dan melepas jas jaket abu-abunya. Ruangan terasa hangat karena ada penghangat ruangannya.

            “Hahaha, kau sepertinya tidak yakin dengan jawaban mu sendiri ya?” Rin tertawa kecil dan memanggil pelayannya. Seorang pelayan muda datang membawakan teh dan kue kering serta meletakkannya di atas meja kecil.

            “Ayo makan lah, makan malam belum ada sebelum jam 7, kau harus bersabar.”

            “Terima kasih, jangan khawatir Rin aku tidak begitu lapar.” Rafa meneguk tehnya dengan pelan. Ia merasa sangat lega dan hangat setelah meminum tehnya.,

            “Apa kau suka tempat ini?.”. Rin bertanya penuh harap

            “Sangat mewah kelihatannya, tapi aku rasa aku akan menyukainya ”.

            “Aku senang mendengarnya. Kau akan tinggal bersama ku. Paman mu menetapkan tempat ini sebagai tujuan menginap mu. Aku dan sepupu mu Amira sudah lama kenal, dan kami masih surat-suratan.

            “Kenapa tidak email saja ? ”

            “Haha aku lebih suka menulis sungguh, aku juga suka berjalan ke kantor pos dan mengantarkan surat ku kepada penjaganya ”

            “Itu menarik sekali ” rafa tersenyum dan mengambil kue kering coklat yang disediakan. Tanpa sadar Rin tersipu dan tersenyum lembut.

            “Aku tinggal bersama adikku Hotaru, dia akan banyak membantumu, dia kelas 3 juga. ”

            “Berarti dia senpai (senior) ku?”

            “Iya benar sekali. Aneh kan? Meski kami beda setahun, kami sekelas. Dia ikut akselerasi, dia benar-benar lelaki yang tidak sabaran” Rin tersenyum tipis.

            “Aku bisa mengerti”

            “Dia sering keluyuran dan biasanya pulang lewat dari jam makan malam. Menjengkelkan bukan?, aku selalu memarahinya, kasihan kan, para pelayan yang sudah menyediakan makanan dengan susah payah? Kalau ternyata hanya aku yang memakannya.”

            “Sekarang ada aku yang membantumu menghabiskannya” rafa berkata dengan nada setengah bercanda. Rin mengangguk dan berkata,

            “Ya, dengan senang hati.” Lalu ia tersenyum. Ia kembali memanggil pelayannya.

            “Yuki~ ! ”

            “Ya nona rin ? ” pelayan muda tadi berlari ke arah mereka. Rin memperkenalkan pelayannya kepada rafa.          

 

Diasrama ini mungkin rafa tidak akan merasa kesepian lagi, ditambah lagi dengan wanita yang rafa temui saat dia ke kuil tadi. Siapakah wanita tersebut? Apakah rafa akan menetap disini atau dia akan berpindah lagi. Perjalananku pun berlanjut…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: